Rabu, 12 Desember 2012

ALASAN, MENDUKUNG KURIKULUM 2013

RASIONALISASI KURIKULUM 2013

Kurikulum 2013 rencananya akan mengurangi  beban belajar siswa SD melalui penghapusan  IPA dan IPS sebagai mata pelajaran dan mengintegrasikannya ke pelajaran matematika. Selain itu juga upaya pemaksimalan pembentukan karakter siswa melalui pendidikan dan pengajaran. Alasan yang mendasarinya berdasarkan pehamaman dan analisis penulis adalah sebagai berikut :
1.     Usia anak adalah usia bermain jadi tidaklah baik menjejali mereka dengan materi yang terlalu banyak . menjejali dan memaksakannya adalah upaya merampas dunia mereka dan menggantinya dengan dunia lain.
2.    Pembentukan karakter sangat baik dilakukan di usia SD dan terus berlanjut ke jenjang yang lebih tinggi.  Usia SD adalah usia labil, dimana usia yang sangat perlu banyak mengenal nilai-nilai di masyarakat untuk diinternalisasikan dalam tingkahlaku kehidupannya sehari-hari. Oleh karena itu pendidikan di SD mestinya memprioritaskan dan mengembangkan pendidikan karakter melalui kurikulum dan yang melingkupinya seperti aturan dan kebudayaan di sekolah, kegiatan ekstrakurikuler yang relevan, dan lain-lain.
3.    Mata pelajaran yang terlalu banyak menyebabkan guru sebagai pioner pendidikan hanya berfokus pada ketercapaian standar minimal tiap kompetensi yang notabene hanya berwarna kognitif dan psikomotorik.
4.    Pengintegrasian mata pelajaran IPA dan IPS pada mata pelajaran matematika akan memberikan dampak positif bagi pandangan siswa terhadap matematika dan hakekat matematika itu sendiri yakni matematika berhubungan dengan di dunia nyata yakni di lingkungan Alam dan social, bahwa matematika itu memiliki kegunaan dan fungsi disana.
5.    Penghapusan mata pelajaran IPA dan IPS di Sekolah Dasar, bukan bermaksud tidak mengajarkannya melainkan hanya menundanya sebagai mata pelajaran formal dan nantinya diajarkan pada tingkat pendidikan yang dianggap paling relevan dan sesuai
6.    Tidak perlu menjejali siswa dengan mata pelajaran berserta materinya yang terlalu banyak. Yang paling terpenting di usia mereka adalah membekali  mereka dengan wawasan yang sesuai , meningkatkan kemampuan mereka untuk belajar yakni kemampuan bernalar melalui matematika realistik, bahasa, dan yang lainnya, serta menanamkan nilai-nilai karakter dan berusaha mengembangkannya.
7.    Berdasarkan penelitan, anak yang memaksakan dengan memaksimalisasi kemampuannya di usia SD terhadap materi yang terlalu banyak pada umumnya akan melemah di usia kerja atau mendekati kerja. Padahal usia kerja atau mendekati kerja adalah usia produktif yakni usia yang paling efektif dan baik untuk lebih mengeksplorasi kemampuan dan mengembangkannya yang nantinya bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar